Selasa, 11 Oktober 2016

VIBUTHI YOGA



TUGAS AKHIR AGAMA HINDU

Vibuthi Yoga dalam Keyakinan Agama Hindu


undiksha BARU
 







Disusun Oleh
Kadek Dwi Arista
1413021056
KELAS II B


mafia
 









JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2015

Doa pembuka

Om sam gacchadwam, sam vadadwam, sam wo manamsi janatam dewa Bhagam yatha purwe sam janana upasate.
Om samani wa akutih samana hrdayaniwah, samanamastu wo mano yatha wah susahasati.
Om ano bhadrah kratawo yantu wiswatah
Terjemahan :
Oh Hyang Widhi, kami berkumpul di tempat ini, hendak berbicara satu sama lain untuk menyatukan pikiran sebagai mana halnya para Dewa selalu bersatu.
Oh Hyang Widhi tuntunlah kami agar sama dalam tujuan, sama dalam hati, bersatu dalam pikiran hingga dapat hidup bersama dalam keadaan sejahtera dan bahagia.
Oh Hyang Widhi, semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru

PRAKATA
Om Swastyastu
Puji Syukur penulis panjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya makalah yang berjudul “Vibuthi Yoga dalam Keyakinan Agama Hindu” ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.
Penyusunan makalah ini tidak bisa diselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Agama Hindu yang telah memberikan bimbingan dan arahan yang baik dalam mendalami materi dan menyusun makalah. Serta teman-teman yang membantu pengumpulan data hingga terciptanya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada isi dan penulisan makalah ini.Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat diharapkan.Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca.


Singaraja, 7 Juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI
Prakata ........................................................................................................               ii
Daftar Isi .....................................................................................................               iii
BAB I Pendahuluan ....................................................................................              
1.1  LatarBelakang .......................................................................................               1
1.2  Rumusan Masalah .................................................................................               2
1.3  Tujuan Penulisan ...................................................................................               2
1.4  Manfaat penulisan……………………………………………………...              2
BAB II Pembahasan ...................................................................................              
2.1 Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu ………………………..             3
2.2 Implementasi Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu………..                7
BAB III Penutup ........................................................................................              
3.1 Simpulan ...............................................................................................               12
3.2 Saran .....................................................................................................               12
Daftar Pustaka

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sebagai makhluk religius, manusia memiliki kepercayaan terhadap adanya Tuhan. Kepercayaan ini menunjukan bahwa manusia memiliki keyakinan terhadap ajaran Agama, sehingga dalam kehidupannya manusia memiliki keyakianan yang mampu memberi ketenangan dan kedamaian. Menciptakan kehidupan yang damai, seseorang wajib memiliki keyakianan yang mantap. Mendapatkan kedamaian ini salah satunya dapat diperoleh melalui ajaran Agama. Melalui ajaran Agama, kita dapat dituntun untuk selalu melakukan hal-hal yang baik dan benar. Di dunia terdapat banyak Agama yang dapat menuntun manusia menuju kebenaran. Salah satunya adalah Agama Hindu.
Keyakinan Umat Hindu akan adanya Tuhan terlihat dari ajaran Panca Sradha. Panca Sradha adalah 5 dasar keyakinan umat Hindu yang selalu menjiwai setiap prilakunya sehari-hari sebagai cerminan manusia beragama. Prilaku yang dijiwai oleh suatu keyakinan yang sunguh-sungguh biasanya memancarkan vibrasi menyejukkan di lingkungannya, oleh karena itu keyakinan adalah suatu yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia. Hidup tanpa keyakinan ibarat berjalan dengan memejamkan mata yang bermuara pada kehidupan yang tidak menentu dan tanpa tujuan yang pasti.
Lima dasar keyakinan atau kepercayaan umat Hindu itu adalah :
1)      Percaya dengan adanya Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa
2)      Percaya dengan adanya Atman
3)      Percaya dengan adanya Karma Phala/Hukum Karma Percaya dengan adanya Punarbhawa/Reinkarnasi
4)      Percaya dengan adanya Moksa
Menurut ajaran Agama, Tuhanlah yang menjadikan semua yang ada di alam semesta ini. Tuhan merupakan pencipta alam semesta, namun tidak ikut campur dalam kejadian di alam semesta. Cendekiawan menganggap berbagai sifat-sifat Tuhan berasal dari konsep ketuhanan yang berbeda-beda. Konsep yang paling umum, di antaranya adalah Mahatahu (mengetahui segalanya), Mahakuasa (memiliki kekuasaan tak terbatas), Mahaada (hadir di mana pun), Mahamulia (mengandung segala sifat-sifat baik yang sempurna), tak ada yang setara dengan-Nya, serta bersifat kekal abadi.
Tuhan dalam keadaan tanpa sifat disebut niguna atau sunya. Nirguna atau sunya adalah istilah yang digunakan untuk hakikat Tuhan dalam keadaan hukumnya semual. Pada ilmu filsafat dikatakan sebagai keadaan transendental. Transendental adalah sesuatu yang berada di luar lingkaran kemampuan pikir. Kalau diibaratkan fikiran itu mempunya batas seperti lingkaran, segala yang ada di luar lingkaran dinamakan dalam alam transendental.
Maka berdasarkan uraian, untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai sifat Tuhan melalui Vibuthi Yoga, maka penulis membahas topik yang berjudul “Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu”.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan makalah ini, sebagai berikut:
1.2.1   Bagaimana Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu?
1.2.2   Bagaimana Implementasi Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu?
1.3  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini, sebagai berikut:
1.3.1   Menjelaskan Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu
1.3.2   Menjelaskan Implementasi Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu
1.4  Manfaat Penulisan
Dalam penulisan makalah ini dapat diperoleh beberapa manfaat, adapun manfaat penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.4.1   Memahami Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu
1.4.2   Memahami Implementasi Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Vibuthi Yoga dalam Keyakinan Agama Hindu
Vibuthi Yoga berasal dari bahasa Sansekerta. Kata Vibhu-ti berarti hadir dimana-mana; kekal; mengembang seluas-luasnya; kuat; yang kuasa; yang maha kuasa. Yoga berarti penyatuan. Vibuthi Yoga berarti kebesaran dan kemuliaan Tuhan yang dihayati oleh para Maha Rsi melalui spiritual. Vibuthi Yoga adalah penghayatan terhadap kebenaran dan kemuliaan Tuhan yang dihayati oleh para maharesi melalui spiritual yang kemudian penghayatannya dilukiskan dalam bentuk puisi sebagai rasa kekagumannya. Hakikat utama ajaran Vibuthi Yoga adalah memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan persoalan-persoalan yang muncul mengenai sifat-sifat Ida Sang Hyang Widi/Tuhan Yang Maha Esa yang transendental atau di luar alam indria.
Penggambaran sifat-sifat mulia dan agung dari Tuhan yang melebihi segala yang ada merupakan ajaran Vibuthi Yoga. Vibuthi Yoga adalah penghayatan terhadap kebenaran dan kemuliaan Tuhan yang dihayati oleh para maharesi melalui spiritual yang kemudian penghayatannya dilukiskan dalam bentuk puisi sebagai rasa kekagumannya. Hakikat utama ajaran Vibuthi Yoga adalah memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan persoalan-persoalan yang muncul mengenai sifat-sifat Ida Sang Hyang Widi/Tuhan Yang Maha Esa yang transendental atau di luar alam indria.
Ajaran Vibuthi Yoga dilukiskan dalam sifat-sifat agung dari Tuhan seperti dewa dari semua dewa, maha bijaksana, maha mengetahui, maha adil, maha tinggi dan sebagainya. Kesadaran spiritual dalam penghayatan terhadap keagungan Tuhan yang dirasakan oleh Maha Rsi di mana keagungannya ini dilukiskan dengan suatu puisi yang bersifat abstrak yang mengandung makna moral yang digubah dengan begitu indahnya sehingga puisi itu bernilai sangat tinggi.
Sumber yang digunakan untuk melukiskan segala keindahan itu adalah sinar. Sinar menjadi objek utama dan sangat dikagumi oleh para pujangga, sehingga sinar menjadi simbul keindahan dan kemuliaan jiwa. Sinar merupakan simbol kebenaran, gambaran hukum Rta, kebaikan, kemuliaan, keindahan akal budi dan sebagainya. Dewa Agni sebagai dewa keagungan, dan sumber sinar. Dewa Agni di puja sebagai yang berkilau,memancarkan sinarnya ke bumi, ke langit, ke laut dan memberikan kehidupan pada semua makhluk. Dewa surya di pandang sebagai dewa sumber yang memeberikan kehidupan, sehingga dewa ini dipandang sebagai atman dari semua makhluk hidup baik yang bergerak maupun seluruh alam semesta.
Tuhan  mempunyai empat sifat kemahakuasaan yang disebut dengan Cadu Sakti, yang terdiri dari:
1.      Prabu Sakti artinya Tuhan yang bersifat Maha Kuasa, Hyang Widhi menguasai alam semesta, baik sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur.
2.      Wibhu Sakti artinya Tuhan bersifat Maha Ada, meresap dan meliputi seluruh alam semesta, dan Tuhan berada dimana-mana.
3.      Jnana Sakti artinya sifat Tuhan Maha Tahu, atau dapat mengetahui segala-galanya meliputi awal, pertengaha, dan akhir dari segala kejadian karena Beliau merupakan saksi agung dan memiliki tiga sifat yaitu Dura Darsanaartinya memiliki pandangan tembus, yang tidak terbatas oleh ruang gerak dan waktu, Dura Srawana artinya memiliki pendengaran tembus, Dura Jnana artinya pikiran tembus yang dapat membaca jalan pikiran seseorang.
4.      Kriya sakti artinya sifat Tuhan Maha Karya, Tuhan adalah Maha Pencipta, sebab Tuhanlah yang pada mulanya menciptakan langit, matahari, bulan, bintang, serta bumi, dan pada saatnya nanti akan ditarik kembali.
 Penggambaran sifat-sifat mulia dan agung dari Tuhan seperti terlukis dalam sloka-sloka berikut :
na me viduḥ sura-gaṇāḥ
prabhavaḿ na maharṣayaḥ
aham ādir hi devānāḿ
maharṣīṇāḿ ca sarvaśaḥ
(Bhagavad Gita.X.2)
Terjemahan : Rahasia kelahiran-Ku ini , para dewa tidak mengenalinya,dan para maharesi suci juga tidak mengenalinya.Sebab,dalam segala hal Aku adalah sumber awal dari para maharesi mulia dan juga para dewa.
etāḿ vibhūtiḿ yogaḿ ca
mama yo vetti tattvataḥ
so 'vikalpena yogena
yujyate nātra saḿśayaḥ
(Bhagavad Gita.X.7)
Terjemahan: Orang yang mengetahui dengan sebenarnya rahasia dari segala kehebatan dan kekuatan yoga-Ku, maka mereka akan menjadi orang yang di berkahi dengan rasa bhakti tidak tergoyahkan terhadap-Ku. Dalam hal ini, sedikitpun tidak ada keraguan.
ahaḿ sarvasya prabhavo
mattaḥ sarvaḿ prāvartate
iti matvā bhajante māḿ
budhā bhāva-samanvitāḥ
(Bhagavad Gita.X.8)
Terjemahan : Aku adalah sumber dari seluruh ciptaan. Dari-Kulah segala sesuatu bermunculan. Orang-orang bijaksana terpelajar memahaminya dengan cara seperti itu,mereka memuja-Ku dengan sepenuh hati.
teṣām evānukampārtham
aham ajñāna-jaḿ tamaḥ
nāśayāmy ātma-bhāva-stho
jñāna-dīpena bhāsvatā
(Bhagavad Gita.X.11)
Terjemahan : Hanya dengan tujuan untuk memberikan karunia khusus kepada penyembah-Ku yang murni , maka Aku yang bersemayam di dalam hatinya, dengan sinar cemerlang lampu ilmu pengetahuan suci melenyapkan kegelapan bathinnya yang disebabkan oleh kebodohan.
aham ātmā guḍākeśa
sarva-bhūtāśaya-sthitaḥ
aham ādiś ca madhyaḿ ca
bhūtānām anta eva ca
(Bhagavad Gita.X.20)
Terjemahan : Wahai Arjuna yang telah mengalahkan rasa kantuk, sesungguhnya Aku adalah awal, pertengahan dan akhir semua makhluk. Dan Aku adalah roh yang bersemayam didalam hati semua makhluk hidup.
ādityānām ahaḿ viṣṇur
jyotiṣāḿ ravir aḿśumān
marīcir marutām asmi
nakṣatrāṇām ahaḿ śaśī
(Bhagavad Gita.X.21)
Terjemahan : Di antara para putra Āditi, Aku adalah Visnu Vamana, di antara sumber-sumber cahaya yang bersinar cemerlang,Aku adalah matahari. Di antara para Marut Aku adalah Marici, dan di antara bintangbintang Aku adalah bulan.
vedānāḿ sāma-vedo 'smi
devānām asmi vāsavaḥ
indriyāṇāḿ manaś cāsmi
bhūtānām asmi cetanā
(Bhagavad Gita.X.22)
Terjemahan : Aku adalah SamaVeda di antara Veda-veda, di antara para dewa, Aku adalah Indra, aku adalah pikiran diantara indria-indria,dan  Aku adalah daya hidup di antara semua makhluk hidup.
Maharesi menerima sabda suci serta membayangkan-Nya sebagai sesuatu yang indah, meriah, dan megah. Pemuja mengangungkan-Nya sebagai menggetarkan sikap sriritual puitis dari sabda yang merupakan kenyataan yang sangat luhur. Kebesaran-Nya sesungguhnya yang di luar jangkauan akal pikir umat manusia. Devata sesuai akar katanya, berarti yang bersinar, maka para maharesi menangkap sinar suci-Nya yang dilukiskan dalam mantra-mantra Veda yang indah, suci penuh batih.
Sri Krsna menyampaikan tentang Kemaha Agungan-Nya, sebagai awal, pertengahan, dan akhir segala ciptaan. Dialah Tuhan yang menjadi benih setiap makhluk. Orang-orang yang penuh dengan cinta kasih bhakti berserah diri pada-Nya akan mendapatkan berkah khusus sehingga bisa mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pada bagian ini, Tuhan memaparkan Keagungan-Nya yang lebih agung dan berada di atas segala yang ada. Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya. Tuhan adalah sumber para dewa. Tuhan bersemayam sebagai Roh yang Utama di dalam hati semua makhluk.
2.3   Implementasi Vibuthi Yoga dalam Keyakinan Agama Hindu
Kitab suci Agama Hindu terdapat sifat-sifat Tuhan yang dilukiskan sebagai Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa merupakan perwujudan keadilan, kasih sayang dan keindahan. Tuhan merupakan perwujudan dari segala kualitas terberkati yang senantiasa dapat dipahami manusia. Tuhan senantiasa siap mencurahkan anugerah, kasih dan berkah-Nya. Tujuan utama penciptaan dunia semesta ini adalah untuk mencurahkan berkah-Nya pada makhluk-makhluk, membimbingnya secara bertahap dari keadan yang kurang sempurna menuju keadaan yang lebih sempurna
Jalan (patha) menuju Tuhan ialah cara bagaimana seseorang akan sampai kepada Tuhan atau wilayah Tuhan. Tidak ada manusia yang mengetahuinya dengan pasti dan menegaskan bahwa jalan itu adalah satu-satunya yang dapat membawanya kepada Tuhan. Sesuatu yang wajar jika seseorang ingin mencapai tempat yang dituju harus mengenal tempat itu dan demikian pula untuk sampai kepada Tuhan, orang harus mengenal Tuhan. Tetapi pengetahuan kita tenang Tuhan terbatas. Cara mengetahuinya juga terlalu berliku-liku sehingga dapat menyesatkan tanpa kesadaran dan berpikir selalu tentang Tuhan. Sebagai contoh, seseorang yang ingin pergi ke Bali setidak-tidaknya mengenal ciri-ciri yang dikatakan Pulau Bali yang berbeda dari pulau lainnya. Orang harus mendapatkan petunjuk-petunjuk. Tanpa petunjuk-petunjuk orang dapat nyaar ke tempat lain, lebih-lebih bagi seorang asing yang akan pergi ke tempat itu.
Pemahaman mengenai sifat-sifat Tuhan dapat diperdalam melalui penggambaran wujud Tuhan sebagai Brahman, Devata atau Deva, Personal God dan Impersonal God berikut ini:
A.    Brahman
Tuhan dalam agama Hindu sebagaimana yang disebutkan dalam Weda adalah Tuhan tidak berwujud dan tidak dapat digambarkan, bahkan tidak bisa dipikirkan. Dalam bahasa Sanskerta keberadaan ini disebut Acintyarupa yang artinya: tidak berwujud dalam alam pikiran manusia. Tuhan Yang Maha Esa ini disebut dalam beberapa nama, antara lain:
·         Brahman atau asal muasal dari alam semestea dan segala isinya
·         Purushottama atau Maha Purusha
·         Iswara (dalam Weda)
·         Parama Ciwa (dalam Whraspati tatwa)
·         Sanghyang Widi Wasa (dalam lontar Purwabhumi Kemulan)
·         Dhata: yang memegang atau menampilkan segala sesuatu
·         Abjayoni: yang lahir dari bunga teratai
·         Druhina: yang membunuh raksasa
·         Viranci: yang menciptakan
·         Kamalasana: yang duduk di atas bunga teratai
·         Srsta: yang menciptakan
·         Prajapati: raja dari semua makhluk/masyarakat
·         Vedha: ia yang menciptakan
·         Vidhata: yang menjadikan segala sesuatu
·         Visvasrt: ia yang menciptakan dunia
·         Vidhi: yan menciptakan atau yang menentukan atau yang mengadili.
Penggambaran tentang Tuhan Yang Maha Esa ini, meskipun telah berusaha menggambarkan Tuhan semaksimal mungkin, tetap saja sangat terbatas. Kitab-kitab Upanisad menyatakan definisi atau pengertian apapun yang ditujukan untuk memberikan batasan kepada Tuhan Yang Tidak Terbatas itu tidaklah menjangkau kebesaranNya. Sehingga kitab-kitab Upanisad menyatakan tidak ada definsi yang tepat untukNya.
Upaya untuk memahami Tuhan, maka tidak ada jalan lain kecuali mendalami ajaran agama, memohon penjelasan para guru yang ahli di bidangnya yang mampu merealisasikan ajaran ketuhanan dalam kehidupan pribadinya. Sedangkan kitab suci Veda dan temasuk kitab-kitab Vedanta (Upanisad) adalah sumber yang paling diakui otoritasnya dalam menjelaskan tentang Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Brahman memiliki 3 aspek penting yaitu:
1. Sat: sebagai Maha Ada satu-satunya, tidak ada keberadaan yang lain di luar beliau
Melalui kekuatanNya, Brahman telah menciptakan bermacam-macam bentuk, warna, serta sifat banyak di alam semesta ini. Tuhan mampu menciptakan segala yang tidak mungkin menjadi mungkin, menjadikan yang mungkin menjadi tidak mungkin. Tuhan menciptakan planet, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan serta benda yang disebut benda mati berasal dari Tuhan dan kembali pada Tuhan bila saatnya pralaya tiba. Semua yang terjadi atas kehendak dari Tuhan. Kita sebagai manusia tidak bisa mengingkari apa yang diberikan oleh Tuhan. JIka Tuhan berkehendak, semua bisa terjadi. Tidak ada satupun benda-benda alam semesta ini yang tidak bisa bersatu kembali dengan Tuhan, karena tidak ada barang atau zat lain di alam semesta ini selain Tuhan.
2. Cit: sebagai Maha Tahu
Beliaulah sumber ilmu pengetahuan, bukan pengetahuan agama, tetapi sumber segala pengetahuan. Pengetahuan menyebabkan dunia ini menjadi berkembang dan berevolusi, dari bentuk yang sederhana bergerak menuju bentuk yang sempurna. Tuhan mengetahui apapun yang kita lakukan di dunia ini. Misalnya kita berbohong kepada orang tua atau teman, Tuhan tetap mengetahui kebenarannya. Kita tidak bisa berbohong kepada Tuhan. Beliau yang bersifat Maha Tahu, selalu melihat apa yang sedang kita perbuat. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita berbuat yang baik dan jujur, meskipun kita dapat membohongi orang lain kita tidak dapat membohongi Tuhan karena Tuhan memiliki sifat prapti atau berada dimana-mana.
3. Ananda
Ananda adalah kebahagiaan abadi yang bebas dari penderitaan dan suka duka. Maya yang diciptakan Brahman menimbulkan illusi, namun tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kebahagiaan Brahman. Pada hakikatnya semua kegembiraan, kesukaran, dan kesenangan yang ada, yang ditimbulkan oleh materi bersumber pula pada Ananda ini, bedanya hanya dalam tingkatan.
Alam semesta ini adalah fragmenNya Tuhan. Brahman memiliki prabawa sebagai asal mula dari segala yang ada. Brahman tidak terbatas oleh waktu tempat dan keadaan. Waktu dan tempat adalah kekuatan Maya (istilah sansekerta untuk menamakan sesuatu yang bersifat illusi, yakni keadaan yang selalu berubah baik nama maupun bentuk bergantung dari waktu, tempat dan keadaan) Brahman.
Jiwa atau atma yang menghidupi alam ini dari makhluk yang terendah sampai manusia yang tersuci adalah unsur Brahman yang lebih tinggi. Adapun benda-benda (materi) di alam semesta ini adalah unsur Brahman yang lebih rendah. Walaupun alam semesta merupakan ciptaan namun letaknya bukan di luar Brahman melainkan di dalam tubuh Brahman.
Aspek-aspek Brahman ini mengacu pada sifat-sifat Tuhan.  Memahami sifat-sifat Tuhan dalam ajaran Agama Hindu melalui Asta Aiswariya. Asta Aiswarya adalah bentuk dan sifat Kemahakuasaan Sang Hyang Widi skala dan niskala, yang terdiri dari delapan kekuatan,. Bagian-bagian dari Asta Aiswarya adalah :
1.      Anima artinya bentuk dan sifat Tuhan yang sangat halus.
2.      Laghima artinya bentuk dan sifat Tuhan yang sangat ringan.
3.      Mahima artinya bentuk dan sifat Tuhan yang sifat sangat besar, sangat luas, dan tak terbatas
4.      Prapti artinya bentuk dan sifat Tuhan yang dapat mencapai segala tempat
5.      Isitwa artinya bentuk dan sifat Tuhan yang melebihi segala-galanya
6.      Prakamya artinya bentuk dan sifat Tuhan yang kehendak-Nya selalu tercapai
7.      Wasitwa artinya bentuk dan sifat Tuhan yang sangat berkuasa
8.      Yatrakamawasayitwa artinya bentuk dan sifat Tuhan yang kodrati tidak dapat diubah
Kedelapan bentuk dan sifat ini bersemayam pada-Nya yang dilambangkan sebagai Singhasana meliputi seluruh alam semesta, terpusat pada empat kekuatan aktif, yaitu:
  1. Dharma: hukum
  2. Jnyana: pengetahuan
  3. Wairagya: kesempurnaan
  4. Aiswarya: kekuasaan
B.     Devata atau Deva
Prasangka banyak orang yang menganggap kosep teologis Hindu adalah Politeistik berangkat dari pemahaman yang salah tentang Deva. Deva adalah sesuatu yang memancar dari Tuhan Yang Maha Esa. Beraneka Deva itu adalah untuk memudahkan membayangkanNya.
Dewa-dewa atau Devata digambarkan dalam berbagai wujud, yang menampakkan diri sebagai personal, yang berpribadi dan juga yang tidak berpribadi. Pribadi yang dapat kita amati keterangan tentang dewa Indra, Vayu, Surya, Garutman, Angsa yang terbang bebas di angkasa, dan sebagainya. Sedangkan yang tidak berpribadi, antara lain seperti Om (Omkara/Pranava), Sat, Tat, dan lain-lain.
C.    Personal God dan Impersonal God
Tuhan menurut Monotheisme Transendent digambarkan dalam wujud Personal God (Tuhan Yang Maha Esa Berpribadi). Menurut monotheisme Immanent, Tuhan Yang Maha Esa selalu digambarkan Impersinal God. Memang menyembah Tuhan Yang Maha Esa yang abstrak (Impersonal God) tanpa mempergunakan sarana jauh lebih sulit dibandingkan menyembah Tuhan Yang Personal God melalui Bhakti dan Karma Marga.
Tuhan Yang Maha Esa ini di dalam Veda digambarkan  sebagai Personal God, dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1.      Penggambaran Antrophomorphic : sebagai manusia dengan berbagai kelebihan seperti bermata seribu, berkaki tiga, bertangan empat dan sebagainya.
2.      Penggambaran Semianthrophomorphic : sebagai setengah manusia atau setengah binatang. Penggambaran ini lebih menonjol dalam kitab-kitab Purana seperti Dewa Ganesha (manusia berkepala gajah), Hayagriwa (manusia berkepala kuda), dan sebagainya.
3.      Penggambaran Unantrophomorphic : tidak sebagai manusia melainkan sebagai binatang saja, misalnya Garutman (Garuda), sebagai tumbuh-tumbuhan, misalnya Soma dan lain-lain.











BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Vibuthi Yoga adalah penghayatan terhadap kebenaran dan kemuliaan Tuhan yang dihayati oleh para maharesi melalui spiritual yang kemudian penghayatannya dilukiskan dalam bentuk puisi sebagai rasa kekagumannya. Hakikat utama ajaran Vibuthi Yoga adalah memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan persoalan-persoalan yang muncul mengenai sifat-sifat Ida Sang Hyang Widi/Tuhan Yang Maha Esa yang transendental atau di luar alam indria.
Pemahaman mengenai sifat-sifat Tuhan dapat diperdalam melalui penggambaran wujud Tuhan sebagai Brahman, Devata atau Deva, Personal God dan Impersonal God. Memahami sifat-sifat Tuhan dalam ajaran Agama Hindu melalui Asta Aiswariya. Asta Aiswarya adalah bentuk dan sifat Kemahakuasaan Sang Hyang Widi skala dan niskala, yang terdiri dari delapan kekuatan. Asta Aiswarya terdiri dari anima , laghima, mahima, prapti, isitwa, prakamya, wasitwa, yatrakamawasayitwa.
3.2    Saran
Penulis berharap dalam pembuatan makalah ini mampu memberikan kontribusi kepada pembaca untuk dapat memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama khususnya pada materi Vibuthi Yoga dalam keyakinan Agama Hindu. Kita sebagai umat Hindu sudah seharusnya menjalankan ajaran Dharma melalui pengetahuan mengenai sifat-sifat Tuhan yang Maha Ada, Maha Tahu, dan Ananda.






DAFTAR PUSTAKA
Cudami. 1989. Pengantar Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Yayasan Dharma Sarathi: Jakarta
Darmayasa. 2013. Bagawadgitha ( Nyanyian Tuhan). Denpasar: Yayasan Dharma Sthantanam.
Mudana, I.N. dan I.G NgurahDwaja. 2014. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. KementrianPendidikandanKebudayaan: Jakarta
Kokog, Nengah.Panca Sradha. Terdapat pada https://www.academia.edu/9805938/ Makalah_ Agama_Hindu. Diakses pada tanggal  5 Juni 2015

DOA PENUTUP

Om Dewa Suksma Parama Acintya Ya Namah Swaha, Sarwa Karya Prasidhantam
Om Anobadrah Kerhta Wyantu Wiswatah
Om Santih, Santih, Santih, Om

“Ya Tuhan, dalam wujud parama acintya yang maha gaib dan maha karya, hanya atas anugrahmulah maka pekerjaan ini berhasil dengan baik, Semoga kebaikan datang dari segala penjuru, Semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selamanya.”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar