Selasa, 11 Oktober 2016

CERPEN CINTA PERTAMA



Sayap Yang Patah
(oleh : Kadek Dwi Arista IX C )

Hari pertama aku di kelas VIII,aku melihat Kevin duduk di pojok kelas. Aku menghampiri Kevin yang sedang membaca sebuah buku. Ia memang hobi membaca buku.Selain membaca,Kevin juga mempunyai hobi bermain basket. Aku sering menonton Kevin bermain basket di bawah sebuah pohon. Terkadang,ia  melirik aku dari kejauhan dan aku pun tersipu malu. Memang sudah lama aku dan Kevin berteman,bahkan sejak kami menginjak bangku sekolah dasar. Aku mulai menyukainya sejak ia sering melirikku dan memberikan perhatian lebih padaku. Setiap kali Kevin mendekatiku,jantung ku berdebar-debar. Aku tidak tahu kenapa itu bisa terjadi. Apa ini yang di namakan Cinta Pertama ?
Ketika bel pulang berbunyi,semua teman-teman kelas berhamburan pergi meninggalkan aku sendiri. Aku yang menjadi ketua kelas saat itu harus membereskan perlengkapan kelas setiap hari. Saat aku berjalan membawa perlengkapan kelas menuju kantor, aku terjatuh. Tiba-tiba Kevin datang dan membantuku  membawanya. Ia pandangi aku dengan serius . Aku termenung melihat wajahnya yang mempesona.  Aku merasa terbang saat ia berikan senyum indah dari bibirnya yang sulit untuk di lupakan. Rasanya sayap-sayap cinta ku,sedang mengembang. Sejak saat itu, aku tak bisa berhenti memikirkannya. Dan pada suatu hari,ia menyatakan cintanya padaku.
“ Indy,MMmmm,aku….aku…. ingin mengatakan sesuatu padamu “ ia berbicara dengan gugup. “ Mau bilang apa Vin? Aku udah dengerin “sambil menatapnya.“Sudah lama,aku memiliki perasaan ini,tapi aku tak pernah berani mengungkapkannya. Aku takut kamu marah dan tidak mau berteman dengan ku lagi” “Vin,kamu itu mau bilang apa sih ?“ ia menatapku dan berkata“Aku menyukai mu Diy,maaf kalau aku lancang menyatakan ini padamu. Aku hanya ingin mengungkapkannya padamu,agar aku tidak memendam perasaan ini berlama-lama”
“Aku juga sebenarnya menyukaimu Vin“ sambil menatap matanya “Mau kah kamu jadi pacar ku ?“Ia vin,aku mau. Tetapi kamu harus setia dan jujur padaku “ “Ia sayang, aku akan setia padamu. Tidak akan pernah ada cinta lain selain kamu. Dan kamu tidak akan pernah terganti. Itu janji ku padamu “ “ Ia aku percaya vin”

Setelah 5 bulan berlalu, Aku dan Kevin selalu bersama. Kemana pun aku pergi,Kevin selalu menemani dan begitupun sebaliknya. Dunia ini rasanya hanya milik kami berdua. Bagiku ini lah yang di namakan Cinta pertama. Karena telah lama bersama,Kevin mulai berubah dan suka berbohong padaku. Ia tidak mau terbuka lagi padaku. Cinta Kevin padaku telah pudar. Suatu ketika,aku mendengar Kevin pergi bersama orang lain.
“Vin,kemarin,kamu pergi bersama siapa?” “ oh itu,aku menghantar saudara ku”“Kalian pergi kemana?”“Kamu nih,gak usa banyak tanya deh.Kamu percaya aja bahwa aku setia dan tidak akan selingkuh”   “ Ya sudahlah Vin,Aku pecaya padamu “
Aku tahu,saat itu ia berbohong,namun aku tidak mau bertengkar dengannya. Ia ternyata pergi bersama mantan pacarnya. Aku anggap semua itu tidak pernah terjadi,walau sesungguhnya hati ku begitu terluka.
Suatu sore di pinggir lapangan Voly, aku termenung sendiri Aku memikirkan bagaimana caranya agar Kevin bisa mencintaiku seperti dulu lagi. Tiba-tiba seorang teman menghampiriku. Ternyata ia menceritakan tentang Kevin yang sejak sebulan yang lalu berpacaran dengan Indah. Awalnya temanku tidak mau menceritakannya,tetapi ia kasihan melihat aku di bohongi oleh Kevin. Sungguh sangat kecewa hati ini, mendengar penghiantan Kevin padaku. Pedih sekali hati ini. Hatiku terluka cintaku hancur,Sayapku patah.Air mata ku terjatuh tak tertahan lagi.
Keesokannya,pagi-pagi sekali aku berangkat ke sekolah. Ku pandangi dia di sudut kelas. Ia memberikan senyum kepadaku,awalnya aku ingin menanykan mengenai hubungan nya dengan Indah. Tetapi saat ia menyapaku dan tersenyum padaku,aku tak bisa berkata apa-apa.
Malam itu,Aku sangat resah. Aku coba menelpon Indah tetapi tidak ada jawaban. Berkali-kali kucoba,akhirnya ia mau mengangkat telpon ku.
“Halo,ini indah ya?” “Iya,ini siapa ya? Ada perlu apa ?”
“Aq indy pacarnya Kevin. Aku ingin bertanya  ma kamu,apa kamu berpacarna dengan Kevin?”
“ Kamu pacar Kevin ??  Maaf ya diy,aku tidak tahu jika kamu masih berpacaran dengan Kevin. Aku juga berpacaran dengan Kevin Diy “ “ Sejak kapan kamu pacaran sama dia?”
“Sejak sebulan yang lalu,dia mengatakan bahwa telah putus dengan mu”

Aku tak sangup mendengar ucapan nya lagi. Lalu ku tutup telponnya . Aku begitu hancur dan terluka.  Aku menyalahkan diriku sendiri karena tidak bisa menjaga Kevin agar ia tidak berpaling dariku. Tapi ternyata,aku bukanlah yang terbaik untuknya. Ternyata janji yang pernah di ucapkan Kevin padaku,hanya janji palsu.Beberapa jam berlalu,aku ingin bicara pada Kevin tapi aku tidak akan bisa berkata apa-apa pada Kevin.  Lalu aku putuskan untuk mengirim sms padanya.
“ Sejak pertama berpacaran,aku sangat-sangatlah mencintaimu hingga saat ini pun aku tetap mencintaimu. Dan sekarang aku mengerti dengan semua perubahan sikapmu. Aku tau bahwa kamu kini telah memiliki perempuan lain yang jauh lebih baik dari aku. Aku hanya meminta, kamu jangan sakiti ia juga. Karena,aku mengerti bagaimana sakitnya dihianati. Biarlah hanya hanya aku yang terluka. Mungkin hubungan kita telah berakhir. Maafkan aku jika selama ini, aku hanya menjadi beban untuk mu. Dan terimakasih kamu telah menghiasi hari-hari ku,yang dulu hampa menjadi lebih berarti. Aku akan tetap mencintaimu selamanya. Aku saya kamu Vin“  “ Indy,Aku memang salah. Tolong maafkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Jangan tinggalin aku ya? Berikan aku kesempatan ke 2” “Semuanya telah berakhir Vin,aku sebenarnya tidak ingin meninggalkan mu. Tapi aku tidak bisa menghapus luka yang pernah kamu tancapkan ke hatiku. Kamu telah mematahkan sayap-sayap cinta yang pernah kita rajut berdua. “ “Ya sudah diy, berlahan kamu pasti bisa melupakan aku. Mungkin kita tidak di takdirkan bersama.”
Kini aku bisa merasakan bagaimana perihnya di hianati dan disakiti. Sakit hati yang belum pernah aku rasakan. Sudah tidak ada air mata lagi yang bias aku keluaran. Aku hanya bisa bersedih,dan menerima semua penghianatan nya. Kini hanya ada kehancuran dan kekecewaan. Berhari-hari aku termenung di dalam kamar. Tidak ingin makan,dan akhirnya aku sakit. Sahabat-sahabatku mencoba menghiburku. Aku hanya bisa tersenyum ketika mereka ada di dekatku,sedangkan ketika mereka pergi aku kembali bersedih. Dalam beberapa hari aku berdiam diri. Setiap kali aku menatap fotoku bersama Kevin,aku tak pernah bisa menahan air mata itu. Aku selalu teringat ketika aku bersamanya. Selalu merasa bahagia dan tenang. Apakah semua itu dapat terulang kembali ? Apa kah seperti ini akhir cintaku bersama Kevin ?

Ketika malam tiba,Ibuku datang kekamarku membawa sepiring nasi,segelas susu dan obatku. Dia melihat aku yang sedang duduk termenung sambil menangis. Dia mendekati aku.
“Indy sayang,Mengapa kamu menangis??”Aku memeluk ibuku sambil menangis”Aku kecewa padanya bu”“Dia selingkuh ?” Tanya nya berlahan“ Ia bu,dia telah selingkuh sejak sebulan yang lalu.” “Sayang,kamu benar mencintainya” “ia Bu,ia cinta pertama untukku”
 “Ketahuilah anakku,bahwa sesungguhnya cinta itu tidak harus memiliki.Aku boleh tetap mencintainya walau dia bukan pacarmu lagi. Jangan membencinya,cintai dia dengan tulus meskipun ia telah menyakitimu”
 “Tapi,kenapa semuanya seperti ini?”  “Sayang,ketika kamu mencintai seseorang,saat itu juga kamu harus siap merasakan sakit hati. Setelah kamu dewasa nanti,kamu akan mengerti arti dari cinta.Sekarang kamu makan terus minum obat dan susunya. Ibu tidak ingin melihat kamu sakit terus.”“Ia nanti bu” “ Ya sudah,ibu pergi dulu”

Aku selalu terbayang kata-kata ibu. Lalu besok malamnya aku pergi kerumah Kevin,aku ingin memberikan ia kesempatan yang ke 2. Setelah sampai di rumahnya. Aku melihat Kevin sedang berdua dengan Indah. Aku sangat kecewa,dan aku berlari pulang. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kevin mengejar aku.“Diy,Maafkan aku . Lupakanlah aku,aku tidak ingin membuatmu semakin terluka lagi”Aku berlari terus dan tidak menghiraukan Kevin. Sesaimpai di rumah,aku langsung menuju kamar ku,Aku menangis hingga mataku membengkak. Aku menangis,menangis,dan menangis…Ini lah sebuah kehancuran bagiku,sayap-sayap ku sudah patah dan terluka. Lukanya pun tidak bisa di obati.
Sejak saat itu,aku memutuskan untuk tidak berpacaran dahulu. Karena aku belum siap untuk melebarkan sayapku kembali dan merasakan sakit hati lagi. Tidak ingin lagi rasanya aku mencintai,setelah semua yang aku alami. Biarlah semua berlalu,Semua  perasaan ini akan ku pendam jauh di lubuk hatiku yang terdalam. Semua kenangan yang pernah berlalu bersama Kevin,akan menjadi bagian dalam hidupku. Cinta pertama yang awalnya begitu manis tetapi akhirnya Aku harus kecewa. Ku berharap setelah dewasa ,aku tidak merasakan sakit hati seperti ini lagi. Cinta pertama yang di awalanya begitu manis dan berakhir dengan sayapku yang telah di patahkan olehnya.
Tamat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar